Beberapa waktu yan lalu mas koko salah satu penggerak Sekolah Politik Kerakyatan KIBAR, menerima sms yang sangat menggembirakan kami. SMS itu kami sebut dengan surat cinta dari Aceh. Surat yang walupun sangat singkat itu sengaja kami kategorikan sebagai surat cinta karena begitu mas Koko mengabarkan kepada seluruh penggerak sekolah, kita semua merasa sangat gembira dan bangga, ada juga yang merasa sangat terharu biru, layaknya seorang yang sudah sangat lama menunggu surat cinta balasan dari kekasihnya. kami sangat bersyukur seraya berdoa semoga semakin banyak kabar serupa yang akan berdatangan. Amiin. Terimakasih Sahabat. Kami berharap segera muncul blog MSA (Madrasah Syiasah Aceh).
Isi SMS dari Aceh itu;
Salam Pendidikan
Sebelumnya saya mau memperkenalkan diri, nama saya factor salah satu pengurus sekolah politik di Aceh, syukur berkat saya membaca blog sekolah politik kerakyatan KIBAR, saya di Aceh mencoba juga dengan program sekolah yang sama yang sekarang ini telah berjalan. Dengan kekompakan teman teman di Aceh dalam melahirkan konsep sekolah, telah ada nama Madrasah Siyasah Aceh (MSA). Kira kira kami boleh menjalin hubungan atau ide ide KIBAR dalam menggagas sekolah ini? saya di Aceh butuh masukan atau ide cerdas kibar jakarta dan kerjasama. Mohon kita bisa jadi mitra.
Salam saya dari MSA Aceh.
Kamis, 27 November 2008
Rabu, 26 November 2008
Orientasi Kerakyatan Siswa Angkatan ke-2
" Saatnya Berbuat, Selamatkan Indonesia "
Itulah Yel-yel yang menggema di lembah Gunung Sitogunung Sukabumi saat anak-anak Sekolah Politik Kerakyatan KIBAR melaksanakan aktivitas survival outbound selama 3 hari menelusuri lereng dan puncak gunung Situgunung, berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 Juli 2008.

Aktivitas ini menjadi awal orientasi belajar bagi siswa sekolah Politik Kerakyatan Kibar Angkatan ke-2 untuk mencairkan suasana belajar, memetik learning point dari kegiatan di alam (tadabbur alam), dan menguatkan interaksi segenap pelaku pembelajar (siswa dan fasilitator). Diharapkan dari kegiatan ini muncul rasa kebersamaan, interaksi positif, dan memberi gambaran secara holistik kepada siswa baru tentang visi sekolah ke depan.

Outbound yang dilaksanakan oleh Kibar ini, dipandu oleh Marwan dkk. yang merupakan guru alam sekolah politik kerakyatan, diikuti oleh sekitar 25 siswa sekolah politik angkatan ke 2 dan didampingi oleh 9 Alumni siswa politik angkatan ke 1. Serta fasilitator dan panitia sebanyak 7 orang.

Menurut kesan dari peserta yang diwakili oleh Lalu dan Septi, outbound ini memiliki scenario perjalanan yang menyehatkan, mendidik dan menghibur, serta mampu men-setup sebuah miniatur perjuangan hidup yang penuh tantangan dan problematika serta menempa peserta untuk kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan masalah secara bersama-sama untuk bisa survive di alam.

Arif Mustafa Al Buny (Wali Amanat Kibar ) menyatakan bahwa Outbound ini merupakan bagian awal dari tahapan proses pembelajaran di sekolah politik kerakyatan Kibar yang akan menempa mental dan fisik peserta, berorientasi kepada pendekatan kesetaraan dan kebersamaan, bukan pada pendekatan kekerasan.

Selama outbound, peserta berjalan menelusuri lembah dan puncak Gunung dimana dalam perjalanan diselingi dengan game dan ice briker alam yang dapat memberikan learning point kepada peserta.
Itulah Yel-yel yang menggema di lembah Gunung Sitogunung Sukabumi saat anak-anak Sekolah Politik Kerakyatan KIBAR melaksanakan aktivitas survival outbound selama 3 hari menelusuri lereng dan puncak gunung Situgunung, berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 Juli 2008.
Aktivitas ini menjadi awal orientasi belajar bagi siswa sekolah Politik Kerakyatan Kibar Angkatan ke-2 untuk mencairkan suasana belajar, memetik learning point dari kegiatan di alam (tadabbur alam), dan menguatkan interaksi segenap pelaku pembelajar (siswa dan fasilitator). Diharapkan dari kegiatan ini muncul rasa kebersamaan, interaksi positif, dan memberi gambaran secara holistik kepada siswa baru tentang visi sekolah ke depan.
Outbound yang dilaksanakan oleh Kibar ini, dipandu oleh Marwan dkk. yang merupakan guru alam sekolah politik kerakyatan, diikuti oleh sekitar 25 siswa sekolah politik angkatan ke 2 dan didampingi oleh 9 Alumni siswa politik angkatan ke 1. Serta fasilitator dan panitia sebanyak 7 orang.
Menurut kesan dari peserta yang diwakili oleh Lalu dan Septi, outbound ini memiliki scenario perjalanan yang menyehatkan, mendidik dan menghibur, serta mampu men-setup sebuah miniatur perjuangan hidup yang penuh tantangan dan problematika serta menempa peserta untuk kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan masalah secara bersama-sama untuk bisa survive di alam.
Arif Mustafa Al Buny (Wali Amanat Kibar ) menyatakan bahwa Outbound ini merupakan bagian awal dari tahapan proses pembelajaran di sekolah politik kerakyatan Kibar yang akan menempa mental dan fisik peserta, berorientasi kepada pendekatan kesetaraan dan kebersamaan, bukan pada pendekatan kekerasan.
Selama outbound, peserta berjalan menelusuri lembah dan puncak Gunung dimana dalam perjalanan diselingi dengan game dan ice briker alam yang dapat memberikan learning point kepada peserta.

Langganan:
Postingan (Atom)